Seputar Properti

Tembus Rp20,43 Triliun, Realisasi Investasi Karawang Semester I 2026 Terbesar Kedua di Jabar

Tak hanya mengejar nilai investasi, Pemkab Karawang juga ingin kehadiran investor memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal.

SEPUTARPROPERTI/Karawang – Realisasi investasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatatkan performa impresif dengan membukukan angka Rp20,43 triliun sepanjang semester I tahun 2026.

Capaian ini mengukuhkan posisi Karawang di peringkat kedua sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Barat, tepat di bawah Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Iwan Ridwan, mengonfirmasi bahwa angka tersebut merupakan akumulasi modal yang masuk sejak Januari hingga Juni 2026.

BNI Perkenalkan KPR Cermat di Danantara Housing Expo 2026, Punya Rumah Makin Hemat

“Realisasi investasi sampai dengan semester satu mencapai Rp20.433.424.276.000,” ujar Iwan saat memberikan keterangan pers di Karawang, Jumat (28/8/2026).Berdasarkan data resmi DPMPTSP, komposisi penanaman modal di Karawang masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyentuh angka Rp15,9 triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp4,4 triliun.Masuknya arus modal ini berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan daerah. Sepanjang paruh pertama 2026, aktivitas investasi di Karawang berhasil menyerap 15.030 tenaga kerja lokal.

20 Tahun IPBA, Konsisten Mengapresiasi Penggerak Properti dan Perbankan Nasional

Rinciannya, sektor PMA menyerap 9.499 pekerja dan sektor PMDN menampung 5.531 pekerja.Dalam skala provinsi, posisi Karawang berada di bawah Kabupaten Bekasi yang memimpin klasemen investasi dengan raihan Rp44,7 triliun.

Di peringkat ketiga, Kabupaten Bogor membuntuti dengan Rp13,7 triliun, disusul Kabupaten Subang sebesar Rp10,3 triliun, dan Kota Bekasi senilai Rp9,7 triliun.

Capaian kolektif ini mendukung target total realisasi investasi Provinsi Jawa Barat yang dipatok sebesar Rp73 triliun untuk sepanjang tahun 2026.Iwan mengakui bahwa konstelasi perebutan pasar investasi di Jawa Barat kini semakin kompetitif.

Rumah Subsidi, BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian dengan Perkuat Penyaluran FLPP di Jambi

Kehadiran akses Tol Cipali telah memicu pertumbuhan kawasan industri baru di wilayah penyangga seperti Purwakarta, Subang, Indramayu, hingga Majalengka.

“Karawang salah satu kabupaten yang diminati oleh para investor. Memang sekarang kita punya kompetitor, baik dari Purwakarta, Subang, Indramayu maupun Majalengka,” kata Iwan memaparkan dinamika pasar.

Meski demikian, pihak otoritas optimistis Karawang tetap memiliki daya tawar tinggi. Keunggulan aksesibilitas jaringan jalan tol, kematangan infrastruktur industri, serta iklim keamanan daerah yang kondusif menjadi faktor penentu investor untuk tetap menanamkan modalnya di wilayah ini.

Fahri Hamzah: Rumah Bukan Komoditas, Indonesia Butuh “Pemberontakan” di Sektor Perumahan

Mengantisipasi agar investasi tidak eksklusif dinikmati korporasi besar, Pemkab Karawang memberlakukan kebijakan strategis. Setiap investor yang masuk diwajibkan menjalin kemitraan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha lokal.

Iwan menegaskan, skema kemitraan ini tidak terbatas pada sektor pengadaan jasa saja, melainkan wajib mencakup porsi pekerjaan konstruksi dan pembangunan infrastruktur proyek.

Rumah Subsidi, Bersama Danantara, BTN Buka Jalan Tukang Bengkel Miliki Rumah Pertama

“Setiap investor yang masuk ke Kabupaten Karawang itu setidaknya harus menggandeng UMKM yang ada di Kabupaten Karawang,” tutur Iwan.Melalui langkah ini, kontraktor dan pelaku usaha daerah diharapkan terlibat aktif dalam rantai pasok industri.

Pemkab Karawang menargetkan integrasi ini dapat mendongkrak skala ekonomi pelaku usaha lokal sekaligus menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi daerah hingga akhir tahun 2026.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp